Pernahkah gendangmu terbangun
Ketika desiran dedaunan menyelimuti malam
Pernahkah langkahmu terbenam
Tak mampu menggapai angan
Pernahkan sorot matamu melantunkan nada sendu
Memandang kilau angan yang kian meredup
Pernahkah jarimu terkatup erat
Memohon untuk menatap kilas parasnya
Pernahkah jiwamu terpasung
Berdiri di dalam relung waktu nan pekat
Pernahkah kulitmu memberontak
Terpukul oleh dinginnya malam yang tak kunjung menghilang
Pernahkah hatimu berbisik
Menginginkan ragamu bersanding
Dengan hati yang telah pergi